[Review Novel] Lost and Found by Dy Lunaly

32683136

Judul : Lost and Found

Karya : Dy Lunaly

Penerbit : Grasindo

Penyunting : Tim Editor Fiksi

Penata Letak Sampul : Tim Desain Broccoli

Penata Isi : Tim Desain Broccoli

Tebal : 234 hlm

ISBN : 9786023757077

Versi : Ebook (aplikasi iPusnas)

Rate : 4/5๐ŸŒŸ

Sinopsis:

Setiap benda akan patah. Termasuk hati.

Walau sudah delapan tahun berlalu, hati Illa masih patah dan jiwanya rusak. Sampai detik ini dia masih tidak memiliki kepercayaan diri untuk kembali berurusan dengan cinta. Bukan tanpa alasan, dia takut untuk kembali terluka, mental dan fisik.

Illa menjalani hidupnya dengan membuka sebuah toko bernama My Ex-Boyfriend di sudut jalan Braga. Toko yang menarik perhatian banyak orang karena tokonya khusus menjual barang pemberian dari mantan. My Ex-Boyfriend tidak pernah sepi membuat hidupnya cukup sibuk dan untuk sesaat dia berhasil melupakan sesuatu yang bernama cinta.

Hingga seorang pria tidak sengaja hadir dalam hidupnya.

Mungkinkah hati yang tidak hanya sudah patah melainkan berderai mampu kembali utuh?

Mungkinkah rasa percaya yang sirna karena pengalaman buruk mampu kembali untk percaya?

Pada akhirnya, akankah tragedi menghasilkan bahagia?

***

Denial nggak akan membuat semunya jadi lebih baik, malah bikin kamu makin tersiksa.”

“Kamu belum move on kalau kamu belum ngakuin masalah kamu.” (Hal.41)

Seperti judulnya, novel ini adalah tentang kehilangan dan ditemukan. Dalam kasus Illa, yang hilang dalam dirinya adalah kepercayaan, baik pada orang lain maupun dirinya sendiri. Illa yang pernah mengalami kejadian traumatik karena pernah berada dalam suatu hubungan yang menyakitinya secara mental dan fisik membuat dia harus menemui psikiater dan menjadikan dia gadis yang tidak percaya lagi pada cinta. Ketidakpercayaannya itulah yang membuat dia enggan untuk kembali memulai suatu hubungan dengan orang lain.

Illa sebenarnya selalu meyakinkan orang-orang di sekitarnya bahwa dia sudah sembuh, meski jauh di dalam lubuk hatinya sendiri, dia tidak yakin bahwa dia memang sudah benar-benar sembuh.

Saat itulah Pandu datang ke hidupnya. Pria pemilik cafe yang selalu Illa datangi untuk mengisi perut. Pria baik hati yang selalu siap membantu Illa kapan saja. Membuat Illa mulai merasakan sesuatu yang kembali merekah di hatinya, meski dia selalu menepisnya kuat-kuat.

“Sometimes you think you want to disappear but all you really want is to be found” (hal.35)

Ya, terkadang ada kalanya kita ingin menghilang sejenak, menjadi invisible agar tidak ada seorang pun yang melihat kelemahan kita. Tapi sebenarnya, itu bukanlah hal yang kita benar-benar inginkan. Kita ingin ditemukan. Ditemukan oleh seseorang yang mengerti dan mampu melindungi kita dari semua ketakutan yang kita miliki.

Dan, itulah yang Illa inginkan.

Sekali pun dia selalu bersikeras bahwa dia sudah sembuh, nyatanya dia hanya ingin bertemu dengan orang yang mampu membuatnya keluar dari lingkarang masa lalu yang terus menjeratnya. Dan, Pandu hadir untuk itu.

“It’s hard to forget someone that gave you so much to remember.” (hal. 154)

Ini adalah pertama kalinya aku baca novel karya kak Dy Lunaly, dan aku langsung suka. Ceritanya benar-benar mengalir, meskipun digambarkan dari point of view nya Illa. Adanya alur maju-mundur di beberapa bagian juga nggak menghambat ceritanya, karena disusun dengan begitu rapih. Penggambaran sosok Illa sebagai perempuan juga terlihat kuat, dia mandiri dan mampu untuk mengontrol emosi nya dengan baik. Meski di beberapa bagian, aku menemukan Illa sebagai karakter yang egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri (meski kita nggak bisa nge-judge dia karena kejadian traumatik yang di alami lah yang membuat dia bertindak seperti itu).

Karakter Pandu juga dipaparkan dengan baik. Pria manis dan baik yang diam-diam selalu memperhatikan Illa. Meski dia tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi psikis Illa, dia tidak pernah memaksa untuk bertanya, melainkan menunggu Illa untuk menceritakannya langsung kepadanya. Sosok Pandu inilah yang pasti bakal membuat semua cewek ngefans sama dia, karena he is so boyfriend material ever! Yang mampu memposisikan dirinya harus bersikap bagaimana di depan seorang perempuan seperti Illa.

Selain kedua karakter utama di atas, penggambaran Kak Dy Lunaly mengenai karakter yang lain juga dirasa pas. Belum lagi penjabaran di novel ini mengenai susana di Braga, juga sekitaran Bandung yang lain benar-benar membuat pembaca merasa barada di tempat itu.

Sayangnya, ada beberapa bagian typo yang cukup lumayan sering aku temukan, hehe. But, overall nggak terlalu mengganggu juga sih.

“We don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a reason.” (hal.47)

4/5๐ŸŒŸ untuk Illa dan Pandu.

Recommended for you who look a story about being lost and to be found, like the tittle of the book

See you in another review!

regards,

lunarialiva

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s