[Review Novel] Arini, Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat by Mira W

39351006

Judul : Arini, Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat

Penulis : Mira W

Desain sampul : Orkha Creative

Desain Jaket Buku : MAX Pictures

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : 2018

ISBN : 9786020383781

Halaman : 232hlm

Rate : 4/5๐ŸŒŸ

Sinopsis :

Tiga belas tahun lalu, karena takut ketinggalan kereta, Arini menumpang kereta yang salah. Kereta yang menjerumuskannya ke jurang penderitaan. Dia mengira tidak ada lagi kereta yang akan melintasi hidupnya.

Tetpi dalam kereta api terakhir menuju Stuttgart, dia bertemu Nick. Dan dalam diri lelaki yang lima belas tahun lebih muda itu, Arini sadar, masih ada kereta yang akan lewat.

Kereta itu membawa Arini ke Jakarta dan mempertemukannya kembali dengan sang mantan suami, Helmi. Yang pernah menjadikannya istri pulasan untuk menutupi skandal cintanya dengan Ira, sahabat Arini yang telah menikah.

***

“Jangan tanya kenapa aku mencintaimu. Cinta bukan matematika. Tidak perlu logika. Tidak butuh aksioma.” Hal.174

***

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar tentang novel klasik?

Membosankan? atau Unik?

Pemikiran awalku tentang novel klasik adalah, ‘Ah, aku pasti nggak bakal tertarik bacanya. Udah beda masanya sama masaku.’ Dan, yah, itu adalah pemikiran yang naif dan bodoh sekali.

Jujur, ini adalah novel klasik pertama yang aku baca. Sebelumnya aku sudah sering melihat novel novel Mira W yang kembali di cetak ulang oleh penerbit Gramedia, tapi tidak pernah tertarik untuk membelinya. Selain karena harganya yang lumayan, aku juga tidak begitu yakin aku akan menikmatinya, karena yeah, itu novel klasik. Tapi aku salah!

Berawal dari melihat Trailer terbaru dari film Arini yang diperankan oleh Morgan Oey dan Aura Kasih, aku jadi tertarik membaca bukunya. Aku ingin tahu dan penasaran, sebagus apa sih sampai novel itu dingkat ke layar lebar? And, fyi, dulu film ini pernah ditayangin juga tahun 1980-an, dan kata ibuku film nya memang bagus.

Dan ternyata, emang novelnya bagus!

***

“Itu yang membuatmu tidak punya teman! Kamu sengaja menutup diri. Atau pura-pura tidak membutuhkan orang lain! Pemakamanmu nanti pasti sepi!” Hal.76

***

Novel ini bercerita mengenai seorang wanita bernama Arini. Rasa kecewa, pengkhianatan dan sakit hati yang dialaminya di masa lalu telah merubah hidup Arini. Dia yang semula hanya wanita polos, naif dan memiliki hati yang lembut, berubah menjadi wanita yang selalu berhati-hati dan bersikap acuh tak acuh pada orang-orang yang ingin dekat dengannya. Dia menjadi tidak bisa mempercayai siapapun lagi. Hal itu Arini lakukan agar tidak akan pernah ada lagi orang yang bisa melukai dan menghancurkan harga dirinya.

Dulu, Arini pernah dikhianati, oleh Helmi, mantan suaminya, lelaki yang dulu dicintainya. Juga Ira, sahabat yang begitu Arini percayai dan tidak pernah Arini sangka akan menyakitinya.

Namun, suatu hari, di kereta yang akan membawanya ke Stuttgart, dia bertemu dengan Nick. Pemuda dengan senyuman manis dan kekonyolannya yang khas anak muda. Ya, Nick memang masih muda. Dia lima belas tahun lebih muda dari Arini. Nick yang spontan juga ceria terkadang membuat Arini terkesan. Hidupnya seakan tidak punya beban, berbeda dengan dirinya yang selalu berhati-hati dan bersikap was-was. Sikap itulah yang perlahan membuat sesuatu yang sejak dulu hilang dalam dirinya kembali.

Arini menyukai pemuda itu. Pemuda yang lima belas tahun lebih muda darinya.

***

“Kehadiran Nick telah membuka mata Arini. Dia membutuhkan orang lain. Paling tidak untuk mengusir kesepian.” Hal.77

***

Nick awalnya hanya penasaran. Kenapa Arini bersikap begitu ketus dan jutek kepadanya? Kenapa wanita itu seolah selalu membentengi diri ketika hendak di dekati? Dan lalu, Nick menyimpulkan bahwa Arini menarik. Wanita itu menarik untuk di dekati. Tapi ternyata, rasa penasarannya benar-benar menimbulkan perasaan asing yang belum pernah dia rasakan kepada siapapun.

Hal itu membuat Nick terus-terusan berusaha untuk masuk ke dalam hidup Arini. Untuk memahami wanita itu. Untuk mengetahui, kisah apa yang membuat Arini tumbuh menjadi wanita yang seperti ini. Meski Arini selalu mengusirnya untuk pergi, tapi Nick tidak pernah kehabisan akal untuk kembali lagi. Dia punya kegigihan yang tinggi.

Namun, masalah mereka bukan hanya karena Arini yang dingin dan membentengi diri. Tapi juga fakta bahwa usia mereka terpaut lima belas tahun, dan Arini yang sudah pernah menikah.

***

“Dia sudah biasa kesepian. Sudah biasa sendirian. Tetapi kehilangan? Bagaimana bisa kehilangan jika tak pernah memiliki?” Hal.129

***

Membaca kisah ini membuat emosiku campur aduk. Aku kasihan sama Arini. Aku baper sama Nick. Aku benci sama Ira. Dan aku kesal sama Helmi.

Seriously, waktu awal aku kira novel ini bakal tebel. Karena aku belinya di online, jadi aku nggak tahu itu tebel apa nggak. Dan, ternyata bukunya tipis banget! Dan tenyata buku ini ada buku keduanya.

Gaya penulisan Mira W yang lugas dan to the point menjadi nilai tersendiri untuk novel ini. Beliau selalu langsung kepada inti permasalahan, tidak bertele-tele. Meski buku ini bisa dibilang sangat tipis, tapi semua konflik di buku ini terselesaikan dengan baik, menurutku.

Meski alur di buku ini maju mundur, dan gaya penulisan yang formal, seperti penggunakan kata ‘saya‘ dan ‘saudara‘ karena settingnya memang jaman dulu, tapi itu tidak akan membuat pembaca kebingungan. Seperti yang ku bilang, gaya penulisan Mira W patut di acungi jempol. Meski, ekhm, ada beberapa adegan yang bisa dibilang dewasa, jadi please be a wise reader, Hehe.

Dan, karena membaca buku ini, aku jadi tertarik untuk mengoleksi semua karya beliau!

4/5๐ŸŒŸ untuk novel ini.

P.s tambahan quote spesial dari Nick yang aku suka sekali ><

“Kenapa kamu begitu optimis, Nick?”

“Karena kamu selalu pesimis, Arini. Dan untuk itulah aku diciptakan Tuhan. Untuk mendampingimu.” Hal.211

AH! Jadi nggak sabar buat nonton filmnya! Btw, filmnya udah tayang dari tanggal 5 April 2018 wkwk

Oke, see you in the another review!

Regards,

Lunarialiva.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s