[Review Novel] Sophismata by Alanda Kariza

35265052

Judul : Sophismata

Karya : Alanda Kariza

Editor : Anastasia Aemilia

Desain Sampul : Martin Dima

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 978-602-03-5674-7

272 Halaman

Rate : 4/5🌟

Sinopsis :

Sigi sudah tiga tahun bekerja sebagai staf seorang anggta DPR, tapi tidak juga bisa menyukai politik. Ia bertahan hanya karena ingin belajar dari atasannya—mantan aktivis 1998—yang sejak lama ia idolakan, dan berharap bisa dipromosikan menjadi tenaga ahli. Tetapi, semakin hari ia justru dipaksa menghadapi berbagai intrik yang baginya menggelikan.

Semua itu berubah ketika ia bertemu lagi dengan Timur, seniornya di SMA yang begitu bersemangat mendirikan partai politik. Cara pria itu membicarakan ambsinya menarik perhatian Sigi. Perlahan Sigi menyadari bahwa tidak semua politisi seburuk yang ia pikir.

***

Sebenernya, ketika melihat buku ini mejeng(?) di gramed, sempet ragu sih buat beli. First, karena jujur, aku belum pernah baca buku karya ka Alanda yang lain, hehe. Jadi Sophismata ini adalah buku karya Ka Alanda yang pertama kali aku baca. And second, it’s about politic! Tbh, aku merasa kalau buku ini bakalan bikin aku boring dan sebagainya.

Tapi, ternyata, setelah membacanya, nggak sama sekali. Justru gaya penulisan Ka Alanda yang aku rasa simple mampu membius aku buat membaca buku ini dalam sekali duduk.

Meskipu memang, di beberapa bagian awal, aku merasa bosan. Karena di bagian awal kita seperti diperkenalkan dengan dunia politik dan tetek bengek(?) di dalamnya. Entah karena penulisannya yang teoritis atau gimana, aku ngerasa kayak lagi masuk di kelas perkuliahan Ilmu Politik 😦

But, itu semua tidak lagi setelah adegan Sigi bertemu dengan Timur, hehe.

“…hukum tanpa kekuasaan akan menimbulkan anarki. Sebaliknya, kekuasaan tanpa hukum akan meninggalkan tirani.” Hal.62

Sigi dan Timur. Dua manusia yang bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya.

Saat Sigi dan Timur bertemu, kita akan diajak untuk flashback ke masa SMA mereka dulu. Waktu baca bagian ini, aku langsung tertarik dengan keduanya. Mereka ini tipe-tipe murid berprestasi gitu. Dan, saat pertemuan kembali itu, diam-diam Timur merasa senang. Karena percaya atau tidak, saat SMA dulu, Sigi berhasil mencuri perhatiannya.

“Kita bisa mencapai apa yang kita mau tanpa kehilangan integritas, tapi butuh usaha yang lebih keras.” Hal.180

Sigi adalah perempuan yang bekerja sebagai staff seorang anggota DPR. Tapi, dia ini anomali banget loh. Meskipun dia bekerja dengan seseorang yang berkecimpung dengan dunia politik, bahkan pekerjaannya juga sebenarnya berkaitan dengan politik itu sendiri, tapi Sigi secara pribadi tidak pernah mau atau berminat untuk mempelajari dan terjun langsung ke dalam masalah politik.

Sigi tipe cewek yang asertif. Artinya, dia berani untuk mengemukakan pendapatnya. Kalau ada orang yang nggak setuju, Sigi perlu alasan kenapa orang tersebut nggak setuju sama pendapat Sigi. Selain itu dia juga termasuk tipe cewek yang selalu bisa memberikan jawaban yang tegas dengan bumbu yang pas agar lawan bicaranya tidak merasa ditolak mentah-mentah.

Sementara Timur adalah seorang pria yang memiliki ambisi untuk membentuk sebuah partai politik. Ambisi dan optimisme Timur untuk membuat sebuah partai politik seakan menjadi tamparan keras untuk para mahasiswa dan anak bangsa yang sekarang mulai apatis. Lewat Timur pula, kita akan diperenalkan pada dunia politik yang tidak selamanya buruk dan kotor.

“Politik adalah tempat kepentingan yang berbeda-beda diakomodir. Seperti memiliki satu piza yang hendak dimakan banyak orang. Potongan-potongannya dibagikan ke sana-sini. Berapa besarannya? Tergantung proporsi kontribusi mereka terhadap kemakmuran masyarakat…..” Hal.10

Chemistry antara Timur dan Sigi juga semakin menarik di akhir akhir cerita. Karakter Timur dan Sigi yang berbeda pendapat soal persepsi mereka, membuat keduanya justru semakin tertarik pada satu sama lain. Jawaban Sigi untuk pertanyaan Timur, dan jawaban Timur pada setiap pertanyaan Sigi, membuat keduanya tanpa sadar telah menumbuhkan sesuatu diantara mereka.

“Terkadang, kita memang harus terpuruk dulu untuk bisa bangkit.” Hal.109

“Semua akan baik-baik saja, Gi. Semua hal selalu berakhir baik-baik saja. Kalau belum baik, berarti itu belum akhirnya.” Hal.166

Ada beberapa karkater yang membuatu jengkel selama membaca novel ini, salah satunya adalah yaitu Johar, bos Sigi. Dia digambarkan sebagai seorang anggota DPR, tapi dari caranya memperlakukan Sigi, dia seolah meremehkan perempuan. Sigi yang menginginkan kenaikan jabatan sebagai tenaga ahli setelah bekerja selama tiga tahun tanpa cela dianggap tidak cukup oleh Johar. Menurutnya, Sigi cukuplah hanya menjadi staff administrasi saja, karena dia perempuan (HAH? APA-APAAN COBA ITU?! –)

“Politik adalah menujukkan kepada pihak lain bahwa kita memiliki hal yang mereka butuhkan, tanpa benar-benar memberikannya.” Hal.194

Pelajaran yang bisa aku ambil dari novel ini adalah, berani untuk keluar dari zona nyaman dan lihatlah selalu sesuatu dari dua sisi, jangan hanya satu.

Dari novel ini kita juga bisa menambah wawasan mengenai politik dan pekerjaan seorang anggota DPR dan stafnya, bagaimana cara kerjanya, bagaimanarapat diselenggarakan, dan segala intrik-intrik di dalamnya.

To be honest, aku adalah salah satu masyarakat yang memandang politik sebagai sesuatu yang buruk. Hampir sama kayak karakter Sigi. Tapi setelah baca dari sisi karakter Timur, mungkin nggak semua yang aku kira buruk itu buruk. Meskipun yah, ada beberapa hal yang memang membuat citra politik menjadi sesuatu yang buruk.

4/5🌟 untuk novel ini ><

P.s novel ini ngga berat kok. Meskipun tema yang di angkat mengenai politik, tapi percayalah, novel ini a must read one. A very recommended.

Bonus :

Aku ft. Novel Sophismata 😂

Regards,

lunarialiva.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s