[Review Novel] Scarlet (The Lunar Chronicles #2) by Marissa Meyer

Layout Cove Scarlet (New)-2Judul : Scarlet (The Lunar Chronicles #2)

Penulis : Marissa Meyer

Bahasa : Indonesia

Penerbit : Spring

Penerjemah : Dewi Sunarni

Penyunting : Selsa Chintya

ISBN : 978-602-71505-6-0

440 halaman.

Rate : 4/5

Sinopsis :

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit. menghilang tanpa jejak. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.

Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.

Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?

Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

***

“Aku mungkin tidak cocok menghadapi manusia, tapi seperyinya aku akan berhasil di pertanian. Binatang suka padaku.” -Wolf

“Binatang peternakan mana yang tidak menyukai serigala?’” -Scarlet ㅡ hal. 33

Cerita di buka ketika Scarlet menerima pesan dari Departemen Orang Hilang Kepolisian Toulouse bahwa kasus pencarian neneknya telah ditutup. Pihak Kepolisian mengambil kesimpulan bahwa nenek Scarlet pergi atas kemauannya sendiri. karena ia tidak membawa portscreen, bahkan chip identitasnya juga ditinggalkan. Scarlet merasa marah dan tidak mempercayai polisi. Neneknya sudah menghilang dua minggu lebih, dan Scarlet yakin bahwa neneknya tidak pergi atas kemauannya sendiri ataupun bunuh diri. Scarlet juga tahu betul bahwa neneknya tidak akan meninggalkannya ataupun melakukan hal bodoh dengan bunuh diri.

Saat Scarlet pergi menuju sebuah kedai untuk mengantarkan sayuran pesanan salah satu pelanggan setia neneknya, seorang pengunjung yang ada di sana mengatakan bahwa nenek Scarlet adalah orang yang gila, dan mengatakan pada Scarlet bahwa tidak usah repot-repot untuk mencarinya, karena dia pasti akan kembali dengan sendiri. Scarlet naik pitam, dan bertengkar dengan orang tersebut. Scarlet hampir saja terkena pukulan kalau saja seseorang tidak menahan pria itu. Pemuda yang menyelamatkannya bernama Wolf, seorang petarung jalanan yang kuat tapi punya sisi pemalu. Scarlet dan Wolf akhirnya diusir keluar dari kedai itu karena dianggap sebagai biang rusuh.

Inilah mereka berdua, sama-sama orang terbuang. Tidak diinginkan. Gila. – hal 25

Saat pulang ke rumahnya, Scarlet mendapati bahwa lampur kamar neneknya menyala. Scarlet yang mengira bahwa neneknya sudah pulang dengan segera berlari kesana. Namun, bukannya menemukan neneknya, Scarlet justru tengah melihat ayahnya mengacak-ngacak kamar tersebut. Tangan ayahnya penuh dengan luka bakar. Pria itu mengatakan bahwa dia telah diculik oleh sekelompok orang, begitupula dengan nenek Scarlet. Sekelompok orang itulah yang membuat tangannya mengalami luka bakar seperti itu. Ayah Scarlet juga mengatakan bahwa orang-orang tersebut mempunyai sebuah tato di tangannya. Dan, tato itu sama dengan tato milik Wolf.

Scarlet yang kesal lansung mendatangi Wolf dan meminta penjelasan pemuda itu tentang menghilangnya neneknya, tapi Wolf meyakinkannya bahwa ia tidak tahu apa-apa mengenai hal tersebut. Tapi, ia tahu mengenai identitas kelompok yang mencuri nenek Scarlet, dan ia meyakinkan gadis itu bahwa ia akan membantu Scarlet mencari dan menyelamatkan neneknya.

Apakah Wolf benar-benar bisa dipercaya? Apakah ia benar-benar tidak tahu apapun mengenai kasus hilangnya nenek Scarlet?

“Aku hanya berpikir harusnya kita tidak menghakimi dia, atau siapa pun, tanpa mencoba memahami mereka terlebih dahulu. Bahwa harusnya kita mendapatkan kisah selengkapnya sebelum mengambil kesimpulan. Pemikiran yang gila, aku tahu.” Scarlet, hal.163

“Kalau aku mencoba melindungimu, itu bukan merupakan sebuah kebodohan.” Wolf, hal. 266

Di belahan bumi lain, Cinder, yang sudah mengetahui mengenai masa lalunya, mencoba untuk kabur dari penjara. Dengan bantuan Dokter Erland, salah seorang dokter kerajaan yang menguji DNA Cinder, yang memberikan kaki dan tangan baru untuk Cinder, gadis itu berhasil meloloskan diri dari penjara. Tapi, ia harus membawa seseorang dalam masa pelariannya itu. Seorang pemuda bernama Carswell Thorne. Dengan bantuan pesawat luar angkasa milik Thorne, yang sebenarnya adalah milik Amerika dan dicuri olehnya, Cinder dan Thorne berhasil meloloskan diri.  Cinder dan Thorne lalu memutuskan untuk pergi ke Eropa, dan menemui Michelle Benoit, seorang wanita tua yang menurut Dokter Erland mengetahui lebih jauh tentang masa lalu Cinder. Masa lalu gadis itu sebelum menjadi seorang cyborg bernama Linh Sinder.

Ratu Levana, yang mengetahui bahwa Cinder berhasil lolos dari penjara marah besar. Ia mengancam Pangeran Kai dengan mengatakan bahwa kalau Kai tidak berhasil menemukan gadis itu, maka Levana tidak akan segan-segan untuk membakar seluruh wilayah Persemakmuran Timur untuk menemukannya, dan memulai peperangan dengan pasukan khusus miliknya.

“Tinggallah bersamaku. Lindungi aku, seperti janjimu padaku.” Scarlet, hal. 382

“Aku kira aku sadar lebih baik aku mati karena mengkhianati mereka, daripada hidup karena aku mengkhianatimu.” Wolf, hal. 432

“Tapi kalau kau memberiku kesempatan… yang kuinginkan hanyalah melindungimu. Berada dekat denganmu. Selama aku sanggup.” Wolf, hal. 434

***

SUKA BANGET!

Cerita di buku kedua ini makin kompleks menurutku, karena konflik-konflik nya mulai keliatan disini. Kalau buku pertama merupakan retelling dari dongeng Cinderella, maka di buku kedua ini adalah retelling dari dongeng Red Riding Hood.

Karaket Scarlet hampir mirip dengan Cinder. Gadis itu merupakan seorang pekerja keras dan juga tidak pantang menyerah. Scarlet bahkan bersedia untuk terlibat dalam bahaya besar untuk menyelamatkan neneknya.  Michelle Benoit-nenek Scarlet, merupakan wanita yang mengetahui asal usul Cinder. Bagaimana kehidupan masa lalunya dulu yang sama sekali tidak pernah diingat gadis itu.

Pengenalan beberapa tokoh baru juga membuat buku kedua ini terasa jauh lebih matang dibandingkan dengan buku pertamanya. Setelah Scarlet, kita juga akan diperkenalkan dengan Wolf, seorang petarung jalanan yang kuat tapi terkadang terlihat malu-malu. Wolf merupakan karakter yang menarik banget buat aku. Dia tangguh, garang, tapi bisa menenangkan dan membuat nyaman di saat yang bersamaan (NGGAK ADIL BANGET YA!).

Selain Wolf, kita juga akan diperkenalkan dengan Carswell Thorne, seorang tahanan istana yang sudah melakukan banyak kejahatan, dan yang paling parah adalah mencuri pesawat luar angkasa milik Amerika. Karakter Thorne yang bersahabat sedikit jahil membuat ceritanya menarik. Aku suka moment ketika Thorne menggoda Cinder dan hanya dibalas oleh tatapan jutek gadis itu (karena seperti yang kita tahu ya, Cinder nggak ngampang tergoda sama cowok ganteng wkwk) Thorne adalah teman perjalanan paling keren buat Cinder, hihihi.

Dalam buku ini, ada tiga plot bagian. Yaitu plot bagian Scarlet, Cinder, dan Kai.

Kai sendiri merasa tertekan saat tahu bahwa Cinder berhasil kabur. Ia berperang melawna perasaannya sendiri. Sebagian diri Kai ingin sekali menangkap gadis itu dan menyerahkannya pada Levana, sehingga perang bisa dicegah dan Persemakmuran Timur ataupun Bumi bisa kembali aman. Namun, sebagian dari dirinya tidak ingin tentaranya menemui Cinder, karena sadar atau tidak, Kai tidak ingin Cinder ditemukan. Karena sadar atau tidak, Kai sedikit mencintai gadis itu. Hal yang membuatnya kesal setengah mati.

***

Mungkin cukup sekian Review dariku.

Oh ya, aku ingin mengingatkan bahwa novel ini adalah buku kedua dari seri The Lunar Chronicles, jadi untuk yang belum membaca buku pertamanya, alias Cinder, aku saranin sih jangan dulu baca buku ini. Karena pasti nggak akan nyambung nantinya.

Novel ini recomend banget banget buat para pecinta Dystopia dan para pecinta petualangan. Kalo masalah romance, ada sih, tapi tidak terlalu mencolok, hihi

 

Regards,

lunarialiva.

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s