APLIKASI TELEGRAM DIBLOKIR, BAGAIMANA PENDAPAT MASYARAKAT?

Image result for telegram

Aplikasi Telegram (Source : Google)

 

JAKARTA, Lunarialiva.wordpress.com – Pemblokiran pada aplikasi Telegram direncanakan akan dilakukan pada hari Senin (17/7/2017) oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Seperti dilansir dari Detik.com, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan bahwa alasan diblokirnya aplikasi telegram di Indonesia adalah karena aplikasi ini memuat 17 ribu halaman yang mengandung unsure terorisme, radikalisme, paham kebencian dan juga cara bagaimana merakit bom. Selain itu, Telegram juga dinilai mengandung banyak gambar senonoh dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia.

Telegram sendiri merupakan jenis aplikasi pesan instan atau messenger yang hampir mirip dengan fitur pada aplikasi Whatsapp. Gunanya untuk melakukan chatting dengan orang lain. Meski memiliki fitur yang mirip, tapi telegram digadang-gadang lebih cepat dalam proses pengiriman pesan dibandingkan dengan aplikasi chattin atau pesan instan lainnya.

Dengan resmi diblokirnya telegram, ada beberapa pro dan kontra di dalamnya. Masyarakat yang biasa menggunakan aplikasi ini merasa bahwa keputusan Kominfo dirasa berlebihan. “Lebay banget mbak menurut saya. Memang mungkin tujuannya baik, tapi kan kalo masalah konten-konten di dalamnya yang mengandung unsure apalah itu, kan tergantung yang memakainya aja. Udah biasa pakai telegram sih, jadi agak nggak setuju aja gitu mbak,” terang Nissa, Mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Serang Raya (UNSERA) Banten, Sabtu (15/7.2017). Dia berpikir bahwa meskipun muatan Telegram sebagian ada yang tidak sesuai, yang menentukan dampaknya tetaplah si pemakai. “Gini aja deh mbak, kalo misalkan gada Telegram juga, kalau orangnya udah dasarnya jahat sih ya jahat aja mbak,” lanjutnya.

Namun, selain terdapat kontra, juga ada beberapa pihak yang sangat setuju dengan keputusan kominfo ini. Seperti yang dikatakan Achmad, Mahasiswa Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dia mengatakan bahwa dia sangat setuju dengan keputusan yang diambil oleh Kominfo. “Itu adalah salah satu cara meminimalisir tindak kejahatan sih mbak, kalo menurut saya. Karena sebenarnya, untuk era sekarang ini, tindak kejahatan lebih dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi dan beberapa informasi yang ada di dalamnya. Dan kalaupun memang benar bahwa Telegram mengandung hal-hal yang melenceng itu, ya kalo menurut saya sih langkah yang diambil sudah benar. Peerintah berarti berusaha untuk melindungi anak-anak bangsa,” katanya.

Belum ada kelanjutan pasti mengenai pemblokiran Telegram ini, namun Kominfo bersitegas bahwa mereka benar-benar akan memblokir aplikasi Telegram di Indonesia.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s