[Review Buku] P.S I Still Love You [To All The Boys I’ve Loved Before #2]

Image result for p.s i still love you

 

Judul : P.S I Still Love You

Penulis : Jenny Han

Penerjemah : Airien Kusumawardani

Penyunting : Selsa Chintya

Proofreader : Titish A.K

Ilustrasi Isi : @teguhra

Diterbitkan versi Indonesia oleh : Penerbit Spring

ISBN : 978-602-71505-3-9

Cetakan Pertama, September 2015

356 Hal

Sinopsis :

Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter.

Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi.

Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali. Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Buku ini adalah sekuel dari To All The Boys I’ve Loved Before, tempat kita bisa merasakan cinta pertama lewat Lara Jean.

Cinta tidak pernah mudah, tapi mungkin itulah yang membuatnya luar biasa.

 

***

Rencana awal Lara Jean dan Peter Kavinsky berpacaran hanyalah untuk berpura-pura. Bagi Lara Jean, hubungan ini hanya untuk membuktikan kepada Josh—sahabat sekaligus mantan pacar kakaknya itu, kalau Lara Jean sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi kepada cowok itu. Sementara bagi Peter, hubungannya dengan Lara Jean adalah untuk membuktikan kepada Genevieve—mantan pacar Peter, bahwa cowok itu bisa move on darinya.

Namun, semuanya berubah. Baik itu perasaan Lara Jean maupun perasaan Peter Kavinsky. Keduanya merasa bahwa mereka tidak sedang berpura-pura. Mereka sedang benar-benar berpacaran. Hal ini akhirnya membuat Lara Jean menuliskan sebuah surat untuk Peter. Surat yang ia kirimkan langsung kepada si penerima. Dan, setelahnya, mereka benar-benar kembali berpacaran.

Tapi, masalah tidak hanya sampai disitu.

Suatu hari, Chris, sahabat Lara Jean, menyuruh gadis itu untuk membuka sebuah akun instagram bernama Anonybitch. Akun tersebut dikenal sebagai akun yang menyebarkan foto dan video yang menghebohkan dari orang-orang yang bermesraan yang terjadi di sekitar Kota. Saat Lara Jean membuka akun tersebut, ia disuguhkan dengan video dua orang cowok dan cewek yang sedang bermesraan di pemandian air panas. Dan, Lara Jean tahu betul bahwa itu adalah dirinya dan Peter Kavinsky saat mereka pergi berkaryawisata dengan sekolah.

Imej Lara Jean adalah gadis baik-baik. Dan setelah video itu tersebar, otomatis itu semua mencoreng citra baiknya. Dan, karena Peter Kavinsky memang memiliki imej yang bisa dikatakan ‘buruk’, hal itu tidak berpengaruh sama sekali terhadapnya. Karena semua orang, hanya melihat Lara Jean, dan tidak melihat Peter dalam peristiwa tersebut.

 

“Jangan biarkan ini terjadi padamu, Lara Jean. Jangan terlalu serius sampai-sampai hubungan kalian tidak bisa kembali seperti semula. Kau boleh jatuh cinta pada Peter kalau kau mau, tapi berhati-hatilah dengan hatimu. Semua terasa seolah akan berlangsung selamanya, tapi sebenarnya tidak. Cinta bisa pergi atau orang-orang bisa pergi, bahkan tanpa bermaksud untuk pergi. Tidak ada yang dijamin tidak akan berubah.” -Margot, hal.34

 

Masalah tidak hanya sampai disitu.

Selama berpacaran dengan Peter, Lara Jean terus membanding-bandingkan dirinya dengan Genevieve. Ia selalu merasa bahwa hubungan yang ia miliki dengan Peter tidak sebanding dengan hubungan yang pernah dimiliki Peter bersama Genevieve.

Seperti yang sudah terlihat dari sinopsisnya jga, bahwa di buku kedua ini akan ada orang ketiga dalam hubungan Lara Jean dan Peter Kavinsky.

Sebelumnya, di buku pertama pula, kita diberitahu bahwa Lara Jean menuliskan surat-surat cintanya untuk lima orang cowok, kan? Nah, dan yeah, orang ketiga dari hubungan Lara Jean dan Peter K ini adalah salah satu dari cowok-cowok tersebut—selain Peter, tentu saja.

 

“Lara Jean, aku pikir kau setengah jatuh cinta pada setiap orang yang kau temui. Dan, itu adalah sesuatu hal yang menarik dari dirimu. Kau jatuh cinta pada cinta.”

 

Dalam buku kedua ini, Jenny Han memang memasukkan beberapa masalah yang membuat cerita itu terasa lebih rumit dibandingkan dengan buku pertamanya. Tapi, hal itu justru semakin menarik minat aku untuk membacanya sampai habis.

 

“Yang pertama tidak selalu jadi yang terakhir, tapi akan selalu jadi yang pertama, dan itu istimewa. Semua yang pertama selalu istimewa.” Lara Jean, hal.349

 

Terkadang, saat membaca buku ini aku sering merasa kesal kepada Lara Jean. Aku nggak suka setiap kali Lara Jean membandingkan dirinya dengan Genevieve, yang mana memang pasti berbeda. Dan menurutku, itu menyebalkan. Maksudku, hey! Peter sudah memilihmu, dan Genevive hanyalah orang di masa lalu Peter, lalu apa masalahnya? Semua orang pasti punya masa lalu, kan? Uh!

Selain dengan semua masalah diatas, kita tidak bisa melewatkan salah satu hal menarik yang sangat penting dalam buku ini. Yap! Interaksi antara Lara Jean dan anggota keluarganya adalah hal yang menurutku merupakan sesuatu yang penting dalam cerita.

 

Daddy meraih tanganku dari pangkuanku dan mengganggamnya. “Menyakitkan rasanya saat tahu kau tidak datang padaku ketika keadaan sekolah snagat berat untukmu. Aku tahu kau sedang punya masalah, tapi aku tidak mau terlalu mendesakmu. Aku selalu berusaha berpikir apa yang akan ibumu lakukan kalau dia ada disini. Aku tahu itu tidak mudah, karena kau hanya punya seorang ayah untuk diajak bicara—” Suara Daddy serak, dan tangisku semakin deras. “Tapi aku selalu berusaha. Aku sungguh-sungguh berusaha.” Hal.162

 

Lara Jean yang memang sudah tidak mempunyai ibu mungkin mengalami hal yang memang berat baginya. Dia hanya bisa bercerita kepada Margot, kakak perempuannya, tapi saat peristiwa itu terjadi Margot sedang berkuliah di tempat yang jauh darinya. Dan, aku sedikit bisa memahami bahwa memang agak sedikit canggung rasanya kalau harus bercerita kepada ayah kita.

Dan, aku jujur terharu banget pas baca bagian ini. Aku jadi semakin mengerti gimana beratnya rasanya menjadi seorang orangtua tunggal, apalagi kalau anak-anaknya semua perempuan seperti ini. Tapi aku selalu salut sama Daddy nya Lara Jean ini. Dia adalah gambaran laki-laki dewasa yang selalu mencoba dan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi ketiga putrinya, meskipun ia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa mengganti sepenuhnya posisi ibu di hati ketiga putrinya.

 

“Memang kenapa kau kita melakukannya lagi? Kalau kita terlalu berhati-hati, hubungan kita tidak akan berarti apa-apa. Ayo kita pacaran sungguhan, Lara Jean. Ayo kita curahkan segalanya. Tidak ada lagi kontrak. Tidak ada lagi jaring pengaman. Kau boleh menyakiti hatiku. Lakukan apa saja yang kau mau dengan hatiku.” Peter, hal. 349

 

Jadi, bagaimanakah penyelesaian dari semua masalah diatas? Buat kalian yang penasaran, wajib banget beli buku ini yah.

Aku kasih rate 5/5 bintang untuk buku ini. Higly recomended buat kalian yang suka buku-buku romance yang imut dan membuat kita tersenyum saat membacanya.

Sekian dulu review dariku.

 

With Love,

Regards,

Lunarialiva.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s