[Review Buku] To All The Boys I’ve Loved Before

Image result for to all the boy i'e loved before

Judul : To All The Boys I’ve Loved Before

Penulis : Jenny Han

Edition Language : Indonesia

Penerjemah : Airien Kusumawardani

Penyunting : Selsa Chintya

Ilustrasi Isi : @teguhra

Penerbit : Spring

Cetakan Pertama : April 2015

Paperback, 380 hlm

ISBN : 978-602-71505-1-5

Sinopsis :

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditunjukkan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.

Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

 

***

Halo semuanya, bertemu lagi dengan aku si Peri Kecil pecinta Buku ><

Di post an kali ini, aku akan kembali mereview sebuah buku. Yap. To All The Boys I’ve Loved Before. Buku romance karya penulis New York Times Bestseller, Jenny Han!

Ini adalah buku karya Jenny Han yang pertama kali aku baca. Dan, uh! Aku dibuat mabuk kepayang sama Peter Kavinsky. He’s such a hot guy! Sebenarnya sudah lama sejak pertama kali aku membaca buku ini, tapi tadi malam, karena aku mendadak ingin membacanya kembali, jadi yeah, sekarang aku bikin review nya 🙂

Di buku ini, kamu akan diperkenalkan dengan cewek bernama Lara Jean Song Covey, atau biasa dipanggil Lara Jean. Lara Jean adalah seorang gadis remaja biasa. Dia mempunyai darah Korea karena ibunya adalah orang Korea, karena itulah nama tengah mereka adalah Song. Dia tinggal bersama ayahnya, Margot—kakaknya, dan Kitty—adiknya, sementara ibu mereka sudah meninggal sejak enam tahun yang lalu.

Kisah ini menggunakan sudut pandang Lara Jean. Aku suka dengan cara Jenny Han menyampaikan narasinya, yang membuatku berhasil membayangkan seakan-akan akulah Lara Jean, si tokoh utamanya.

Lara Jean adalah cewek yang selalu menuliskan sebuah surat cinta pada cowok yang disukainya. Ia akan menuliskan alamat cowok itu tinggal, lalu menaruhnya di kotak topi pemberian ibunya. Lara Jean akan mencurahkan semuanya di surat itu. Ia juga menggunakan surat itu sebagai suatu salam perpisahan. Ketika dia selesai menulisnya, itu artinya dia akan berhenti memikirkan cowok yang disukainya.

Ketika suatu hari semua suratnya mendadak terkirim secara misterius, Lara Jean tentu panik., karena salah satu surat itu adalah untuk pacar kakaknya, Josh. Nah, karena hal inilah, dia bertemu dengan Peter Kavinsky, si cowok paling keren di sekolah.

“Peter memiliki wajah cowok tampan dari masa lalu.Dia bisa saja menjadi seorang tentara gagah di Perang Dunia I. Cukup tampan hingga seorang gadis bersedia menunggunya kembali dari perang selama bertahun-tahun. Begitu tampa hingga gadis itu bersedia menunggu selamanya.” [Hal.46]

Peter Kavinsky digambarkan sebagai sosok cowok SMA yang keren, dan “sedikit” nakal. Peter sudah berpacaran cukup lama dengan seorang gadis bernama Genevieve, namun suatu hari mereka mendadak putus.

Sebenarnya sangat menarik melihat bagaimana interaksi antara Lara Jean dan Peter. Aku bahkan sampai dibuat senyum-senyum karenanya. Mereka berdua adalah pasangan yang lucu.

Cara Jennny Han menggambarkan sosok Peter Kavinsky juga membuatku salut. Dia memang menggambarkan Peter sebagai sosok keren dan nakal, namun selain itu, Jenny Han juga ikut menambahkan sikap Peter yang terkadang justru lebih manja dari Kitty-adik Lara Jean. Dan, sikap Peter itu ditambah dengan sikap keras kepalanya.

Lara Jean juga digambarkan sebagai sosok gadis biasa, tapi dia selalu punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan juga sama-sama keras kepala, membuat interaksi mereka berdua lebih menarik lagi.

Pokoknya, kallau urusan sisi-sisi romantis dari cerita ini, kalian tidak perlu meragukannya lagi. Aku bahkan yakin, semua yang sudah membaca buku ini akan berpendapat sama sepertiku. It’s so romantic!

Yang kusuka dari buku ini juga adalah karena dalam buku ini, kita bukan hanya bisa melihat sisi romantis, namun kita juga akan bisa merasakan kekeluargaan yang luar biasa antara Lara Jean dan keluarganya. Ayah Lara Jean yang merupakan orangtua tunggal adalah sosok yang selalu ingin membuat ketiga anak perempuannya bahagia. Mereka adalah cerminan keluarga bahagia meski tanpa kehadiran sosok ibu di dalamnya. Hubungan antara Lara Jean dan kakanya-Margot, juga adiknya-Kitty, membuat aku merasa ingin sekali punya adik dan kakak perempuan. [karena kebetulan, adikku laki-laki. Dan dia menyebalkan!]

Aku memberikan 5/5 bintang untuk buku ini.

Trust me, kalian akan dibuat jatuh cinta oleh Peter Kavinsky! Dan, kalian akan merindukan betapa manisnya kisah cinta pertama, juga masa SMA [Jika kalian sudah lulus sepertiku :’) ]

Dan, ini adalah beberapa quote yang aku suka dalam buku ini.

“Kau harus santai, Lara Jean. Hidup tidak harus terlalu direncanakan. Jalani saja dan lihat apa yang terjadi.” -Peter Kavinsky, hal. 131

“Apa menurutmu ada bedanya? Antara milik seseorang dengan dimiliki seseorang, maksudku?” -Lara Jean, hal.206

With Love,

Regards,

LUNARIALIVA, 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s