Bolehkah Aku Meminta Bantuanmu?

n

Bolehkah aku meminta bantuanmu? Tolong, hapuskanlah namamu dari ingatanku. Dari hatiku. Dari mimpiku. Dan, dari kehidupanku.

Entah apa yang membuatku masih rela bertahan disini. Kedua kakiku seakan enggan melangkah pergi. Padahal di depan sana, kau sudah jauh berlari. Meninggalkan aku yang dengan bodohnya berlindung di balik kata menunggu.Ya, aku menantimu. Aku menunggumu. Aku mengharapkanmu. Padahal aku jelas tahu, kau hanya terus berlari menjauh. Pergi. Enggan menengok kebelakang barang sebentar saja. Seakan menolak untuk melihat aku yang bersusah.

Bersusah melupakan, dan tetap bertahan.

Entah sudah berapa kali kau mencabik luka. Menaburkan garam di atasnya. Menambah parah sakit yang ku rasa. Kau tidak pernah membuat itu jauh lebih baik. Kau tidak pernah berusaha untuk menjaga perasaanku. Yang aku sendiri saja bahkan lupa untuk menjaganya.

Aku terlalu sibuk denganmu. Terlalu sibuk dengan segala macam khayalan yang aku impikan untuk terwujud menjadi nyata.

Tentu saja dengan kamu dan aku sebagai objeknya.

fin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s