Senja, bisakah kau bawa ingatan ku pergi bersamamu?

img_8167

Oh, mungkin akan berbeda hasilnya jika aku berani untuk mengatakannya kepadamu, bukan hanya memendam dan melirikmu diam-diam. Bukan hanya bersembunyi, tapi juga menghampirimu dengan berani

Aku tidak pernah tahu bahwa mencintaimu akan sesakit ini. Bahwa mencintaimu akan membuatku memendam pilu. Membuatku membunuh rindu yang tak pernah lelah menghampiriku. Seperti namanya, jatuh cinta kepadamu membuatku juga jatuh berkali-kali. Tapi kali ini, bukan jatuh yang menyenangkan, justru jatuh yang membuatku seakan mati perlahan.

Kalau aku bisa berkata jujur, aku tidak pernah ingin mengalaminya. Aku selalu menyalahkan cinta, kenapa dia datang kepadaku saat aku tidak siap menerimanya? Kenapa dia datang kepadaku, tapi dia tidak datang kepadamu? Kenapa hanya aku yang merasakannya? Kenapa cinta yang seharusnya menyenangkan itu justru menyakitkan ketika ia datang menghampiriku? Seharusnya aku merasa bahagia, bukan? Seharusnya aku senang dengan kehadirannya.

Kata orang, cinta pertama adalah hal yang paling sulit dilupakan. Ia memang sudah menjadi bagian dari masa lalu, namun ia selalu datang dan mencipta rindu. Dan, aku heran juga sedikit kesal. Kenapa justru cinta pertamaku adalah kamu?

Entah bagaimana awalnya aku bisa jatuh cinta, aku tidak tahu. Aku hanya mengalaminya dan mengikuti bagaimana waktu merubah perasaanku kepadamu. Kamu bukanlah sosok yang tampan, tapi kamu manis. Manis seperti permen kapas yang sangat aku sukai. Tapi, dulu, aku lebih menyukaimu kok. Karenanya, aku jadi semakin rajin ke sekolah. Aku jadi lebih bersemangat. Aku bahkan mencuri-curi waktu untuk berbohong kepada guruku, mengatakan aku ingin ke toilet, padahal aku hanya ingin berjalan lewat di depan kelasmu. Berangkali saat itu kamu sedang duduk-duduk di luar kelas dan aku bisa melirik mu walau sekilas.

Semua menyenangkan. Dulu, aku hanya gadis polos yang baru mengenal cinta. Kupikir semua akan indah seperti kebanyak novel yang kubaca. Atau seperti di sinetron-sinetron yang ada di TV. Tapi ternyata, cinta tidak seindah itu yah.

Aku juga mengalami patah hati. Aku menangis, dan sering menyalahkan diri. Kenapa tidak bisa memilih untuk mencintai? Kenapa cinta justru memilihkanmu untuk ku cintai? Oh, cinta benar-benar tidak adil. Karena, ini sungguh menyakitiku. Aku seakan ditusuk oleh pisau tak kasat mata. Saat kau dan dia tersenyum, aku menangis. Aku selalu mengatakan pada diriku bahwa semua akan baik-baik saja. Tapi semesta seakan tak ikut berkontribusi bersamaku di dalamnya. Semua tidak baik-baik saja.

Aku tidak baik-baik saja.

Oh, mungkin akan berbeda hasilnya jika aku berani untuk mengatakannya kepadamu, bukan hanya memendam dan melirikmu diam-diam. Bukan hanya bersembunyi, tapi juga menghampirimu dengan berani.

Tapi sayangnya, aku tidak seperti itu.

Inilah aku, si pengagum rahasia yang diam-diam memuja. Gadis pengecut yang hanya menangis tapi tidak berusaha untuk menghampirimu. Keberanianku tidak sebesar itu, jadi aku hanya berdiri disini.

Kau tahu, saat ini, aku sedang duduk berteman senja. Senja hari ini begitu indah, sama seperti kau. Ia adalah tempatku bercerita. Kau terlalu luas untuk ku ceritakan, senja bahkan sudah lebih dulu tenggelam sebelum aku selesai menyelesaikan ceritaku. Bercerita tentangmu membuatku lupa waktu.

Kau tau, terkadang aku akan membuat sebuah permintaan yang sangat konyol pada senja. Tapi berharap ia bisa mengabulkannya.

Kau tahu apa inginku?

“Senja, bisakah kau bawa ingatanku bersamamu?”

Ya. Ku harap senja bisa membawa ingataku tentangmu saat ia tenggelam nanti. Hingga hilang semua. Rasa sakit. Dan ku harap juga, rasa cinta.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s